Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2008

Menapak Jalan Tak Berujung

Menapak jalan tak berujung. Aku dan kau tidak pernah dipaksa untuk menapakinya. Tidak juga ada tiket masuknya. Tidak juga ada larangan untuk keluar darinya. Yang ada adalah rambu – rambunya yang sejak mula mengingatkan aku dan kau bahwa menapaki jalan ini tidaklah mudah. Bertabur onak dan duri kabarnya.

Menapak jalan tak berujung. Aku dan kau melaluinya. Jalan yang juga telah dilalui para nabi. Juga oleh orang – orang yang telah menemukan pemaknaan sejati akan kehidupan. Bahwa kehidupan ini hanyalah untuk beribadah pada Nya. Akhiratlah yang kan menjadi pelabuhan akhir.

Menapak jalan tak berujung. Jalan ini telah banyak mengukir kisah orang – orang yang menapakinya. Tentang Pemahaman. Tentang perjuangan. Tentang kesungguhan. Tentang pengorbanan. Tentang kesetiaan. Tentang keteguhan. Tentang totalitas. Tentang persaudaraan. Tentang kepercayaan.

Menapak jalan tak berujung. Tak semua kisah bertutur indah. Adakalanya jalan ini mengisahkan tentang pengkhianatan. Ketergesaan. Kelelahan. Kekalahan. Tentang orang – orang yang terlempar atau dilempar dari jalan ini. Tentang orang – orang yang tertipu oleh harta, tahta atau manusia yang dicintainya.

Menapak jalan tak berujung. Aku dan kau tak pernah terjamin. Akankah kita menyelesaikan tugas kita. Menambah daftar panjang orang – orang yang berisitirahat dengan tenang di atas permadani surga. Ataukah kita termasuk orang yang menyerah lalu menyesal berkepanjangan.

Menapak jalan tak berujung. Ini adalah transaksi antara diri kita dengan Rabb kita. Tak peduli apakah sahabat karibmu telah menepi. Gurumu telah menepi. Kekasihmu telah menepi. Pemimpinmu telah menepi. Tak perduli itu semua, aku dan kau akan bertanggungjawab sendiri – sendiri.

Dia sangat tahu isi hatimu. Dia sangat tahu lakumu. Tak perduli kau menutupinya dengan bibir yang merona oleh nasehat atau jenggot – jenggot yang bergelayutan atau jilbab – jilbab besar yang melambai atau kekaguman dari banyak manusia. Dia sangat tahu. Dan kau tidak akan pernah dibiarkan berlama – lama berada dalam jalan ini. Kebusukanmu kelak akan tercium juga

Menapak jalan tak berujung. jalan tak berujung. tak berujung. berujung. semoga kita beruntung. astaghfirullahaladhim. rabbana laa tuzig quluubana. Ba’daid hadaytana. wa hablana min ladunka wa rahmah….

Advertisements

Read Full Post »